ANALISIS PSIKOLOGIS KOMPARATIF PENDEKATAN PEMBELAJARAN KI HADJAR DEWANTARA DAN BENJAMIN S. BLOOM

Idrus L.* -  Program Doktor, UIN Alauddin Makassar, Indonesia

DOI : 10.30863/didaktika.v13i1.326

Ki Hadjar Dewantara and Benjamin S. Bloom have different learning approach in term of psychological aspect in learning activities. Ki Hajar Dewantara tends to maximize the  potency of each individual i.e. (educate the head, the heart, and the hand) and the social-cultural totality in interacting with the environment with "sistem among: care and dedication based on love. In another hand, Benjamin S. Bloom emphasizes on behaviorism theory which believes that learning is an internal process includes memory, retention, information process, energy and other psychological aspects. From  the character learning, Ki Hajar Dewantara focuses on attitude of students, how they communicate, humanism, and the physical aspect of student. It integrates the art and cultural aspect in learning process while Benjamin S. Bloom streghtening the cognitive aspect of student by implementing behaviorism learning process. 
  1. Achmadi. (2009). Ideologi Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  2. Ahmadi, Abu & Widodo. (2004). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
  3. Alsa, A. (2003). Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif, serta Kombinasinya dalam Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  4. Degeng, I.N.S. (2013). Ilmu Pembelajaran: Klasifikasi Variabel untuk Pengembangan Teori dan Penelitian. Bandung: Kalam Hidup.
  5. . (1998). Makalah disajikan dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar IKIP Malang: Mencari Paradigma Baru Pemecahan Masalah Belajar dari Keteraturan Menuju Kesemrawutan Malang: INS.
  6. Dewantara, K. H. (1962). Karja I (Pendidikan). Yogjakarta: Pertjetakan Taman Siswa.
  7. Fudyarta, K. (----). Tinjauan Filosofis Terhadap Pendidikan Sistem Among. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
  8. Hariyadi, K. (1989). Ki Hadjar Dewantara sebagai Pendidik, Budayawan, Pemimpin Rakyat dalam Buku Ki Hadjar Dewantara dalam Pandangan Para Cantrik dan Mentriknya. Yogyakarta: MLTS.
  9. Huda, M. (2013). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  10. Idris, Z. (1983). Dasar-Dasar Kependidikan. Bandung: Angkas.
  11. Kemdiknas. (2010). Desain Induk Pendidikan Karakter. Jakarta: Kemediknas.
  12. Koentjoroningrat. (1985). Pengantar Antropologi. Jakarta: Akasara Baru.
  13. Nata, A. (----). Tokoh-tokoh Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: PT.
  14. Samani, M. & Hariyanto. (2011). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung:: Rosda.
  15. Soeratman, D. (1984). Ki Hajar Dewantara. Jakarta: Depdikbud.
  16. Soeratman, P. (1985). Ki Hajar Dewantara. akarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Pembinaan Pendidikan Dasar.
  17. Sukarjo, M. & Ukim K. (2009). Landasan Pendidikan (Teori dan Aplikasinya). Jakarta: Rajawali Press.
  18. Suryabrata, S. (2010). Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
  19. Syarkawi. (2011). Pembentukan Kepribadian Anak: Peran Moral, Intelektual, Emosional, dan Sosial Sebagai Wujud Integrasi Jati Diri. Jakarta: Bumi Aksara.
  20. Warsono. (2011). Bunga Rampai Pendidikan Karakter Strategi Mendidik Generasi Masa Depan: Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa di Sekolah Dasar. Surabaya: Unesa Universty Press.
  21. Yaumi, M. (2014). Pendidikan Karakter (Landasan, Pilar dan Implementasi). Jakarta: Prenada Media.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-07-16
Published: 2019-08-15
Section: Artikel
Article Statistics: 73 145